REVIEW ALBUM ISYANA SARASVATI - THE VOICE OF PARADOX

          Assalamualaikum Wr. Wb.
Ya, kali ini gue mau ngereview album terbarunya salah satu idola gue, Isyana Sarasvati, yang sebenernya udah dirilis 1 September 2017 kemaren. Jadi, album ini tuh album keduanya Isyana setelah Explore! yang dirilis tahun 2015. Gue beli album ini di Tokopedia tanggal 3 September, baru nyampe tanggal 5 September. Dan gue baru sempet ngereviewnya sekarang. Sebelum gue bahas lagu-lagunya, gue mau bahas apa sih paradox itu dan kenapa Isyana milih Paradox sebagai tema di album keduanya. Langsung aja check it out!
Paradox sendiri menurut wikipedia berarti “suatu situasi yang timbul dari sejumlah premis, yang diakui kebenarannya yang bertolak dari suatu pernyataan dan akan tiba pada sekelompok pernyataan yang menuju sebuah kontradiksi atau ke sebuah situasi yang berlawanan dengan intuisi.” Sedangkan, menurut Isyana sendiri, Paradox itu “menunjukkan bahwa kita tidak benar-benar tahu identitas tentang suatu fenomena.” Kenapa dikasih tema Paradox? Isyana sendiri bilang bahwa di album ini kita bakal nemuin lirik, ritme, dan nada-nada yang paradoxical. Selain itu, dia juga bilang bahwa album ini bakal jadi gambaran karirnya saat ini. Isyana sendiri kan basic nya itu dia pemain musik klasik kaya buat opera/teater gitu, tapi orang saat ini lebih mengenal dia sebagai musisi pop. Jadi dia seolah gak bisa nebak apa yang akan terjadi selanjutnya juga. Ya semacam kena efek Paradox juga. Mungkin aja kedepannya orang bakal ngenal Isyana sebagai musisi rock/metal? Wkwkwk.
            Selesai penjelasan singkat tentang what dan why , selanjutnya gue akan bahas lagu-lagunya, stay tune bro and sis!

1.     Echo
Single pertama di lagu ini judulnya Echo, yang dalam bahasa inggris artinya gema. Nadanya enak, charming gitu dan suasananya ceria ditambah suara Isyana yang emang semriwing lah gitu, wkwkwk. Lagu ini menurut gue nyeritain kaya gimana ya, jadi ya apapun masalah yang terjadi, jangan biarkan musik berhenti. Karena dengan musik, kita bisa termotivasi buat nyelesain masalah tersebut. So stand up and let the music echo!
2.     Terpesona (feat. Gamaliel)
Di single kedua ini, Isyana ngegandeng salah satu personil G.A.C, Gamaliel Tapiheru yang berperan sebagai rapper ya. Disini, gue ngerasa unsur EDM nya lebih kerasa, apalagi pas bagian rapnya Gamaliel. Tapi menurut gue, dilagu ini, rap Gamaliel kaya gimana gitu ditambah partnya cuma dikit. Masih enakan rapnya Rayi di Kau Adalah. Dari liriknya, ini nyeritain orang yang lagi terpesona sama sesorang, dia muji-muji orang yang dia suka, sampe masuk kedalam mimpinya. Jadi, lagu ini cocok buat kalian yang emang lagi falling love sama seseorang, eak. Siapapun dirimu, ku tunggu setiap minggu ya, hehe.
3.     Nada Cinta
Instrumen gitar lebih dominan disini dan bahkan suara piano itu gak ada sama sekali dan yang ngisinya itu Rendy Pandugo. Juga ada instrumen trompet yang diisi sama Brury Effendy. Makna lagu ini menurut gue ya simpel aja sih, nyeritain bahwa dengan cinta hidup kita bakal bahagia. Karena dengan cinta, bisa menghangatkan dua insan yang jatuh cinta ye gak?
4.     Lembaran Buku
Salah satu lagu favorit gue di album ini nih! Awal denger intro pianonya gue kira ini lagu Say Something nya A Great Big World. Pas masuk verse pertama, entah kenapa gue ngerasa ritme nya sama kaya Tetap Dalam Jiwa, awalnya doang ya. Masuk ke chorus, ini yang bikin gue jatuh cinta sama nih lagu, pokoknya keren deh. Suara piano dan gitar (masih diisi Rendy Pandugo) diiringi efek suara clap ditambah suara Isyana disini yang mendayu-dayu selow gitu, aduh gak bosen deh ngedengerinnya. Lagu ini menurut gue nyeritain seorang yang pengen move on gitu dari masa lalu nya tapi masih susah lupain masa-masa bahagianya itu. Halaman tawa yang aku cari telah hangus namun dihati, beranikan diri untuk tutup buku ini.
5.     Mad
Dari judulnya aja udah tau kali ini lagu artinya marah. Ya, Isyana sendiri yang bilang bahwa di lagu ini dia emang ngelampiasin kemarahannya sama orang-orang yang salah kaprah sama dia, yang asal komen negatif tanpa alasan, bukan berarti Isyana gak suka dikritik ya, maksudnya orang yang asal bunyi gitu lah. Don’t mess with me, yeah exactly! Di intro awal gue ngerasa suara gitarnya ada distorsinya gitu, gue kira ini bakal jadi lagu rock tapi enggak juga sih. Meskipun Isyana ngelampiasin kemarahannya di lagu ini, tapi tetep aja nyanyinya gak kaya orang marah, cuma liriknya aja yang nyindir-nyindir gitu. You! Hey listen it’s you!
6.     Anganku Anganmu (with Raisa)
Well, lagu yang fenomenal di 2017 ini. Saat mantan dan gebetan bersatu ya kan, siapa yang gak seneng coba, wkwkwk. Gue pernah baca kalo gak salah lagu ini katanya ditujuin buat para fans Raisa (YouRaisa) dan Isyana (Isyanation) yang dulu emang pernah berseteru. Dari liriknya udah keliatan juga kan, maknanya kaya melerai orang yang lagi slek terus pengen disatuin. Satu jadikan tujuan kita, tinggalkan segala perdebatan yang sia-sia.
7.     Winter Song
Langsung dari Isyananya dia bilang bahwa ini lagu favorit dia di album keduanya. Nyeritain seseorang yang berada di puncak keterpurukan tapi bisa inget masa bahagianya dan akhirnya dia bangkit dengan dukungan teman-temannya. Irama nya enak, selow enggak tapi da bikin melayang-layang gitu lah pokoknya mah. Buat kalian yang ngerasa terpuruk, lagu ini bisa jadi motivasi juga lho, so jangan berlarut-larut dalam kesedihan.  Remember the day we went to watch the stars.
8.     That’s It I’m Done
Lagu ini bermakna bahwa kita bisa kok melakukan sesuatu sendiri tanpa selalu bergantung sama orang lain. Melodi nya enak, charming gitu. Gak banyak yang bisa gue sampein di lagu ini tapi intinya, that’s it i’m done.
9.     Sekali Lagi (from “Critical Eleven”)
Lagu ini jadi soundtrack film Critical Eleven yang dibintangi Adinia Wirasti dan Reza Rahadian. Isyana bilang, lirik lagu ini ya terinspirasi dari jalan cerita filmnya. Gue sih belum nonton filmnya jadi gak tau gimana jalan ceritanya :v In my opinion, lagu ini terkesan orchestral gitu lah. Maknanya menurut gue, kaya seseorang yang udah ngecewain pasangannya, dan pasangannya itu ngasih kesempatan terakhir buat memperbaiki kesalahannya. Pesan ini kusampaikan sekali lagi, ku beri kesempatan terakhirmu.
10.  Gelora
Nyampe juga di lagu terakhir. Ya, judulnya gelora. Melodi nya ngingetin gue sama Pesta dari album sebelumnya. Lagu ini nyeritain tentang keadaan dunia saat ini, disaat semua orang saling berkompetisi untuk jadi yang terbaik. Tapi, ada orang tertentu  yang terlalu ambisius bisa bikin orang lain gak nyaman dan itu bisa menimbulkan sebuah perpecahan. Jadi, Isyana tuh pengen nyampein pesan bahwa bersaing itu harus sportif biar gak nimbulin konflik. Maraknya semangat bisa membuat kita terbelah.

            Akhirnya, selesai juga review gue tentang album terbarunya Isyana ini. Kesimpulan yang bisa gue ambil, album ini masih sama kaya album Isyana sebelumnya. Maksudnya sama, ya sama-sama bagus, gak ngecewain. Disini Isyana mungkin bereksperimen dengan genre musik yang lagi kekikinian kaya contohnya EDM. Di single Terpesona menurut gue itu cukup kerasa electronic musicnya, ya meski gak sampe ada drop gitu. Suasana dari tiap lagu pun bervariasi, ada yang bikin kita semangat, galau, dll.
            Overall, gue suka albumnya. Dan harapan kedepan semoga Isyana bisa selalu menelurkan karya-karyanya yang amazing, hehe.
            Sekian dari gue, kurang lebihnya mohon maaf bila ada salah kata dari gue karena kesempurnaan hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala.
            Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Comments

Popular posts from this blog

WHO AM I?

REVIEW FILM AVENGERS INFINITY WAR